memasak tanpa menakar

Biasanya pada saat bulan Ramadhan saya sering melakukan eksperimen di dapur. Mengolah makanan  pure hasil kreasiku tanpa melihat atau mencontek dari resep yang sudah ada.. Dan sebenarnya setiap memasak saya tidak pernah menakar bumbu dengan ukuran sendok ataupun banyaknya bumbu (misal bawang merah, putih, bombay, dsb) untuk dipotong. mungkin memang karena saya belajar memasak otodidak dan temurun dari mamah saya yang juga setiap kali memasak tidak pernah memakai takaran. Lalu dengan cara apa saya ataupun beliau menakar bumbu?? ntahlah saya pun tidak tahu awalnya. Persisnya waktu saya masih duduk di bangku SD saya sering membantu mamah di dapur dan cukup tertarik untuk bisa memasak makanan tertentu pada waktu itu. Ketika melihat mamah begitu cekatan dalam memasukanbumbu, saya pun heran dan sempat bertanya pada beliau kenapa bisa langsung memasukan garam, dan bumbu lainnya tanpa ditakar atau di tester. Mamah pun menjawab “suatu saat kamu pasti bisa masak tanpa memakai takaran karena memasak itu berhubungan dengan hati. Kita harus bisa merasakan dan memperlakukan masakan itu dengan penuh cinta. Suatu saat kamu pasti bisa melakukannya”.

Alhasil waktu itupun saya mencoba memasak, sambal goreng, oseng mie, nasi goreng, dsb walaupun waktu itu saya masih menggunakan takaran. Hasilnya memang sesuai dengan harapan. Pas. tapi ketika saya mencoba memasaknya tanpa menakarnya, hasil yang dicapai sungguh jauh dari harapan. Hasilnya ada yang keasinan, hambar, terlalu manis, terlalu berminyak, dsb.

Tapi saya pun tak putus asa. Tiap hari mencoba terus belajar memasak, melalui mamah saya, melihat acara masak di TV, atau bahkan melakukan  eksperimen sendiri di dapur. Tak hanya itu,saya pun rajin mengumpulkan artikel tentang masakan untuk digunting kemudian dibuat kliping. Kebiasaan ini saya lakukan sampai saya lulus SMP.  Apalagi waktu SMP ada  ekstrakulikuler tata boga  dan tanpa pikir panjang saya langsung mengikuti ekstrakulikuler tersebut.

Alhamdulillah, setidaknya sekarang saya tidak terlalu buta dengan masakan. Minimal saya bisa memasak masakan yang simple dan mengolah bahan yang ada untuk bisa dijadikan kreasi yang unik baik dari segi rasa maupun tampilannya. Manfaatnya terasa sekarang. Jika merasa bosan dengan masakan yang ada di rumah, terkadang saya membuat masakan sesuai dengan keinginan sendiri. Ataupun ketika saya menginginkan jenis makanan tertentu yang bahannya tidak bisa dengan mudah diperoleh, saya bisa menggantinya dengan bahan yang ada. Dan hasilnya juga tidak mengecewakan.

Memasak itu adalah masalah hati. Takaran itu ada di dalam hati kita. Teruslah belajar dan anda akan merasakan apa yang saya maksud itu. Tidak perlu harus punya banyak uang untuk membuat jenis masakan yang dirasa cukup mahal dari segi bahan. Anda bisa menggantinya dengan bahan lain yang sesuai dengan budget yang anda miliki. Intinya adalah terus belajar dan terutama  adalah praktek Selamat mencoba!!

Tinggalkan komentar

Filed under artikel, eksperimen dapurku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s